Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

15 Mei, 2008

Syair Fisikawan

Ini adalah bait syair yang saya kutip dari buku elektronika Quantum Physics, Relativity, and Complex Spacetime: Towards a New Synthesis karangan Gerald Kaiser, sengaja saya tulis seperti aslinya (bahasa inggris) agar maknanya tidak hilang.



Unified field Theory



In the beginning there was Aristotle
And objects at rest tended to remain at rest
And objects in motion tended to come to rest
And soon everything was at rest
And God saw that it was boring.


Then God created Newton
And objects at rest tended to remain at rest
But objects in motion tended to remain in motion
And energy was conserved and momentum was conserved
and matter was conserved
And God saw that it was conservative.


Then God created Einstein
And everything was relative
And fast things became short
And straight things became curved
And the universe was filled with inertial frames
And God saw that it was relatively general
but some of it was especially relative.


Then God created Bohr
And there was the Principle
And the principle was Quantum
And all things were quantized
But some things were still Relative
And God saw that it was confusing.


Then God was going to create M And M would have unified
And M would have fielded a theory
And all would have been one
But it was the seventh day
And God rested
And objects at rest tend to remain at rest.



Adapted from a poem by Tim Joseph

Visual Fisika

hi, guys.

Sebagian orang menganggap Fisika (termasuk saya sendiri he...he...he....) merupakan mata pelajaran atau disiplin ilmu yang sangat sukar. namun, bukan berarti tidak bisa dipelajari. Masih terdapat banyak cara untuk memahami Fisika itu sendiri. Salah satunya adalah dalam bentuk Visual. Dengan memvisualisasikannya kita bisa lebih memahami konsep dasar dari teori itu sendiri.

nah, hitung-hitung nie. Jika semua (sebagian besar) persoalan Fisika dapat kita visualisasikan, yakin atau nggak kita udah ngerti konsep dasar dari masalah tersebut.

Modal utama untuk memvisualisasikan konsep Fisika (saya menyebutnya Visual Fisika) adalah dengan mempelajari salah satu bahasa pemogramman atau paling tidak mengerti penggunaan program aplikasi seperti Matlab atau aplikasi lainnnya.

Visual Fisika atau Simulasi Fisika atau apapun istilahnya tidak hanya diidentikan dengan gambar bergerak (animasi). Namun, persamaan yang dibuat dalam bentuk grafik dapat dikategorikan sebagai Simulasi Fisika.

Lho?.

Ya iyalah, tidak semua persamaan atau persoalan Fisika dapat dibuat simulasinya bahkan ada juga persoalan Fisika yang sangat susah untuk disimulasikan. Sehingga penggambaran dalam bentuk grafik dianggap memadai untuk kasus-kasus seperti itu.