30 Mei, 2008

Grafik Trigonometri

Hi, guys.

Posting kali ini, saya ingin menunjukan bagaimana caranya membuat grafik trigonometri dasar (sinus, cosines, tangent, secant, cosecant, dan cotangent) dengan menggunakan Visual Basic 6.0. memang tutorial ini pemula banget, tapi daripada menjadi penghuni setia Harddisk computer, akan lebih baik jika diposting, mungkin saja dapat bermanfaat bagi orang lain.

Bagi yang belum mengerti mengenai pemograman Visual Basic 6.0, silahkan mempelajarinya melalui buku-buku pemograman yang ada di toko-toko buku atau buku elektronik yang banyak bertebaran di dunia maya.

Ok, pertama siapkan sebuah project Standard EXE yang baru. Tambahkan Sebuah PictureBox yang akan dijadikan sebagai kanvas, Sebuah Command Button, dan 6 buah Option Button. Susunlah komponen-komponen tersebut seperti gambar berikut:


Gambar 1. Susunan Komponen Project.

Copy – Paste kode berikut di lembar kerja Form.

Option Explicit
Private Sub Form_Load()
‘Mengatur skala picturebox
Picture1.Scale (-5, 3)-(730, -3)
‘mengatur garis koordinat serta tebal garis
Picture1.DrawWidth = 2
Picture1.Line (0, 0)-(720, 0), vbGreen
Picture1.Line (0, 3)-(0, -3), vbGreen
End Sub

Private Sub Command1_Click()
Dim x, y As Double
Picture1.Cls
Form_Load
'mengambar grafik sinus
If Option1 = True Then
For x = 1 To 720
y = Sin(x * (22 / 7) / 180)
Picture1.PSet (x, y), vbRed
Next
‘mengambar grafik cosinus
ElseIf Option2 = True Then
For x = 1 To 720
y = Cos(x * (22 / 7) / 180)
Picture1.PSet (x, y), vbRed
Next
‘menggambar grafik tangent
ElseIf Option3 = True Then
For x = 1 To 720
y = Tan(x * (22 / 7) / 180)
Picture1.PSet (x, y), vbRed
Next
‘menggambar grafik Cosecant
ElseIf Option4 = True Then
For x = 1 To 720
y = Sin(x * (22 / 7) / 180)
If y <> 0 Then
Picture1.PSet (x, 1 / y), vbRed
End If
Next
‘menggambar grafik secant
ElseIf Option5 = True Then
For x = 1 To 720
y = Cos(x * (22 / 7) / 180)
If y <> 0 Then
Picture1.PSet (x, 1 / y), vbRed
End If
Next
‘menggambar grafik cotangent
ElseIf Option6 = True Then
For x = 1 To 720
y = Tan(x * (22 / 7) / 180)
If y <> 0 Then
Picture1.PSet (x, 1 / y), vbRed
End If
Next
End If
End Sub

Hasil running kode program diatas adalah seperti berikut:


Gambar 2. Hasil Running Program

Project sederhana ini sebenarnya dibuat dengan tujuan mensimulasikan Fungsi Gelombang yang memang rumit (bagi saya pribadi). Bagi yang berminat, cobalah untuk membuat program yang sama namun dapat digunakan untuk menggambar interferensi gelombang atau dapat mensimulasikan gelombang.

Klik di Sini untuk mendownload program ini.

See u next posting !!!

27 Mei, 2008

Mikroskop Elektron

Oleh : Asis Pattisahusiwa

1. PENDAHULUAN

Secara etimologi, kata Mikroskop berasal dari bahasa Yunani, Micron yang artinya kecil dan Scopos yang artinya tujuan. Jadi, Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikro yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, misalnya bakteri, virus, dan lain-lain.

Mikroskop pertama kali dikembangkan oleh dua orang ilmuwan Jerman, Hans Janssen dan Zacharias Janssen pada tahun 1590. Pada tahun 1906, Galileo juga membuat alat serupa yang menggunakan lensa optik sehingga dikenal sebagai Mikroskop Galileo atau Mikroskop Optic. Namun, mikroskop yang sempurna baru dibuat pada tahun 1683 oleh seorang ilmuwan Belanda yang bernama Anthony van Leeuwenhoek. Mikroskop buatan van Leeuwenhoek ini mampu membesarkan objek hingga 300x ukuran sebenarnya.


Gambar 1. Mikroskop Galileo

Mikroskop Optik memiliki daya pembesaran atau resolusi yang terbatas. Hal ini dikarenakan keterbatasan panjang gelombang difraksi radiasi sinar tampak yang digunakan. Oleh karena itu, Mikroskop Optik tidak dapat digunakan untuk meneliti benda-benda yang berukuran sangat kecil.

Hal tersebut membuat para ilmuwan bekerja keras untuk menemukan alat yang dapat mengatasi kekurangan itu. Pada tahun 1931, dua orang ilmuwan Jerman dari Universitas Berlin, Ernst Ruska dan Max Knoll membuat Mikroskop Elektron pertama yang dikenal dengan nama Transmission Electron Microscope (TEM). Mikroskop Elektron ini dibuat dengan didasarkan pada teori gelombang partikel de Broglie dan percobaan elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnetik. TEM mempunyai resolusi yang lebih baik daripada Mikroskop Optic. Hal ini dikarenakan TEM menggunakan energi yang besar sehingga menghasilkan panjang gelombang yang lebih pendek. Mikroskop Electron pertama memiliki resolusi hingga 100 nm atau 2 kali lebih baik dari Mikroskop Optic.

2. MIKROSKOP OPTIK VS MIKROSKOP ELEKTRON

Resolusi atau Daya Pisah mata adalah jarak terkecil antara dua titik (benda) yang dapat dipisahkan oleh mata kita. Daya pisah mata berkisar antara 0,1 – 0,2 mm tergantung dari seberapa baik pandangan kita. Untuk mengamati benda-benda yang lebih kecil dari resolusi tersebut, kita memerlukan alat lain yang disebut Mikroskop. Resolusi mikroskop ditentukan dengan menghitung Kriteria Rayleigh (Rayleigh Criterion) untuk mikroskop tersebut. Kriteria Rayleigh dirumuskan sebagai berikut:


Dimana:
δ adalah Resolusi (daya pisah) mikroskop,
λ adalah panjang gelombang radiasi,
n adalah indeks refraksi,
θ adalah sudut lensa pembesar yang bergantung dari lebar lensa obyektif dan jarak titik focus dari specimen (sampel).

Dari persamaan tersebut terlihat bahwa, semakin kecil panjang gelombang yang digunakan, resolusi mikroskop akan semakin kecil. Jika diambil indeks bias n = 1,56, sudut lensa pembesar θ = 750, maka resolusi mikroskop optic untuk panjang gelombang terpendek (ungu = 380 nm) adalah 158,098 nm.

Panjang gelombang Mikroskop Electron dapat dihitung dengan menggunakan persamaan panjang gelombang de Broglie. Misalkan sebuah Electron yang dipercepat dengan potensial ε akan menghasilkan energy listrik sebesar eε (electron-volt) dan kecepatan v, atau secara matematis:



Panjang gelombang difraksi electron:



Dimana:
h adalah Konstanta Planck (6,63 x 10-34 J.s),
m adalah Massa Electron (9,1 x 10-31 kg),
ε adalah Tegangan Pemercepat (Volt),
λ adalah Panjang Gelombang Electron.

Berikut perbandingan resolusi Mikroskop Optic dan Mikroskop Electron dengan nilai indeks bias n = 1,56 dan sin θ = sin 750.

Gambar 2. Perbandingan Resolusi antara Mikroskop Elektron dengan Mikroskop Optik.

Program diatas dapat didownload di sini. Program tersebut bebas didistribusikan dengan menyertakan nama pembuatnya serta untuk tujuan yang bukan komersil.

Untuk Source Codenya, silahkan hubungi saya di asisphysic04@gmail.com atau louhattasoft@gmail.com.

15 Mei, 2008

Syair Fisikawan

Ini adalah bait syair yang saya kutip dari buku elektronika Quantum Physics, Relativity, and Complex Spacetime: Towards a New Synthesis karangan Gerald Kaiser, sengaja saya tulis seperti aslinya (bahasa inggris) agar maknanya tidak hilang.



Unified field Theory



In the beginning there was Aristotle
And objects at rest tended to remain at rest
And objects in motion tended to come to rest
And soon everything was at rest
And God saw that it was boring.


Then God created Newton
And objects at rest tended to remain at rest
But objects in motion tended to remain in motion
And energy was conserved and momentum was conserved
and matter was conserved
And God saw that it was conservative.


Then God created Einstein
And everything was relative
And fast things became short
And straight things became curved
And the universe was filled with inertial frames
And God saw that it was relatively general
but some of it was especially relative.


Then God created Bohr
And there was the Principle
And the principle was Quantum
And all things were quantized
But some things were still Relative
And God saw that it was confusing.


Then God was going to create M And M would have unified
And M would have fielded a theory
And all would have been one
But it was the seventh day
And God rested
And objects at rest tend to remain at rest.



Adapted from a poem by Tim Joseph

Visual Fisika

hi, guys.

Sebagian orang menganggap Fisika (termasuk saya sendiri he...he...he....) merupakan mata pelajaran atau disiplin ilmu yang sangat sukar. namun, bukan berarti tidak bisa dipelajari. Masih terdapat banyak cara untuk memahami Fisika itu sendiri. Salah satunya adalah dalam bentuk Visual. Dengan memvisualisasikannya kita bisa lebih memahami konsep dasar dari teori itu sendiri.

nah, hitung-hitung nie. Jika semua (sebagian besar) persoalan Fisika dapat kita visualisasikan, yakin atau nggak kita udah ngerti konsep dasar dari masalah tersebut.

Modal utama untuk memvisualisasikan konsep Fisika (saya menyebutnya Visual Fisika) adalah dengan mempelajari salah satu bahasa pemogramman atau paling tidak mengerti penggunaan program aplikasi seperti Matlab atau aplikasi lainnnya.

Visual Fisika atau Simulasi Fisika atau apapun istilahnya tidak hanya diidentikan dengan gambar bergerak (animasi). Namun, persamaan yang dibuat dalam bentuk grafik dapat dikategorikan sebagai Simulasi Fisika.

Lho?.

Ya iyalah, tidak semua persamaan atau persoalan Fisika dapat dibuat simulasinya bahkan ada juga persoalan Fisika yang sangat susah untuk disimulasikan. Sehingga penggambaran dalam bentuk grafik dianggap memadai untuk kasus-kasus seperti itu.